Cerita Sex: Anna Perawan Nikmat

0
11

Cerita Sex: Anna Perawan Nikmat

Kisah ini berjalan sekian thn yg dulu kala saya tetap berusia 15 thn. saya bersekolah di satu buah SMP favorite di kotaku & diwaktu itu tetap duduk di kelas 3 SMP. saya yaitu anak terakhir dari 3 bersaudara dgn kakakku yg tertua sudah jadi dokter umum & kakakku yg satu lagi tetap kuliah di salah satu perguruan tinggi negri.

Karena melihat keberhasilan kedua kakakku, maka ayah dan ibuku pun menuntut hal yang sama dariku. Setiap kali aku mendapatkan nilai yang jelek, pasti habislah aku terkena amarah dari kedua orangtuaku. Bahkan ayah sering memukuliku dengan sabuknya.

Ketika itu aku mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran sejarah, karena aku memang tidak terlalu pandai di bidang itu. Karenanya, makian dan cambukan ayah pun harus kuterima dengan lapang dada. Pamanku yang bernama Winata, masih berumur 26 tahun sudah sering membelaku ketika ayah marah karena aku mendapatkan nilai buruk. Tapi tampaknya pembelaannya siasia saja karena semakin dia membelaku, bukannya kasihan, ayah justru semakin geram dan Oom win selalu saja terkena makiannya pula.

Sambil menangis, aku pun mengadu ke Oom Win tentang perlakuan ayah di kamarnya yang persis berada di sebelah kamarku.

Papa jahat, Oom
Sudah Anna, kamu tenang saja
Anna pengen mati aja Oom, badan Anna sakit semua dipukulin Papa terus
Hush jangan bilang gitu Anna, ayah tetap sayang kok sama kamu

Kemudian aku menyingkapkan dasterku dengan tujuan menunjukkan pahaku yang sudah berwarna kebirukebiruan terkena pukulan ayah. Kemudian Oom Win beranjak mengambil body lotion dan membaringkan aku yang masih terisakterisak di kasurnya.

Sudah diam, jangan menangis terus, sini Oom pijitin

Oom win dengan kelembutannya mengoleskan body lotion itu di pahaku dan memijitmemijit pahaku yang telah terbentang tanpa penutup di depan matanya.

Auch Oom pelanpelan, sakit Oom
Iya, Oom pelanpelan kok Anna.

Karena memang aku sudah akrab dengan Oom Win sejak aku kecil, kami tumbuh bersama lebih sebagai kakak adik daripada hubungan pamankemenakan. Kemudian Oom memegang bahuku untuk menenangkanku, tapi karena punggungku dan bahuku juga terkena pukulan ayah, maka aku pun mengerang kesakitan.

Auch Oom sakit sekali punggung Anna
Coba kamu lepas saja daster nya Anna, biar Oom pijitin juga punggung kamu

Aku pun mengambil posisi tengkurap ketika Oom Win memijatmemijat punggungku. Sesekali, tangannya yang lembut menyentuh bagian paling sensitif dari tubuhku, terutama karena memang aku adalah remaja puber yang baru saja mendapatkan perubahanperubahan di tubuhku. Tangannya sesekali menyentil bagian samping payudaraku, dan setiap kali itu pula badanku menyentakmenyentak.

Kenapa kamu Anna, sakit ya?
Nggak kok Oom, cuman Anna kaget
Ooh, itu normal kok, tandanya kamu sudah dewasa

Pipiku memerah menahan malu, karena ternyata Oom Win mengetahui apa maksudku. Kemudian dengan cepat Oom Win membalikkan badanku dan dia dapat melihat payudaraku yang mulai tumbuh besar dengan pentilnya yang mencuat dibawah miniset yang kupakai karena aku mulai terangsang, terutama karena pandangannya yang menyapu bagianbagian tertentu dari tubuhku itu.

Wah Anna, kok susu kamu sudah sebesar itu kamu masih pakai miniset?
Iya Oom, habis Anna tidak tahu harus bagaimana
Besok pulang sekolah ikut Oom yah ke mall kita beli BH buat kamu
Oom serius?
Iya, tapi kamu tahu nggak ukurannya?
Wah kalau itu sih Anna nggak tahu Oom, gimana dong?
Coba sini Oom lihat

Dengan cepat pula Oom Win menarik miniset yang kupakai, dan refleks tanganku menutupi susuku yang tidak ditutupi dengan apapun juga. PelanPelan tangan Oom Win menarik tanganku yang menutupi susuku itu.

Gila, Anna, susu sebesar itu kamu masih pakai miniset. Kalau kamu di sekolah, pasti tementemen kamu sering melihat pentil kamu dong
Iya Oom, tementemen Anna yang cowok kadangkadang ada yang jahil purapura tak sengaja menyenggol Anna punya
Tuh kan, barang segitu gede mustinya dibungkus yang bener, Anna

Kemudian, dengan tangannya Oom Win mulai memegangmemegang susuku, mengusapmengusapnya dengan body lotion tapi tidak menyentuh pentilnya.

Wah ini pasti ukurannya 34B
Kok Oom tahu?
Oom cuman kirakira, Anna, besok kita tanya aja sama Mbaknya yang jaga toko, OK?

Sebelum aku menjawab pertanyaan Oom Win, tibatiba mulutnya sudah ngempeng di pentilku, karena kaget tubuhku tersentak dan bukannya mengelak, aku pun malahan membusungkan dadaku ke arah Oom Win. TibaTiba Oom Win melepaskan mulutnya dari pentilku, dan seketika itu pula tubuhku semakin maju mengikuti arah kepalanya.

Enak nggak Anna?

Dengan malumalu aku mengangguk dan dengan liar Oom Win mulai memegangmemegang susuku lagi, menggoyangmenggoyangkannya sambil memilinmemilin putingku yang sudah keras sekali. Kemudian, Oom Win keluar dari kamar dan ketika dia kembali, akan terjadi peristiwa yang lebih asik lagi.

Oom Win kembali ke kamarnya ketika aku masih mengelusmengelus putingku sendiri.

Lho, Anna, kamu lagi ngapain?
Um, um, lagi cobain sendiri Oom, ternyata geligeli gimana gitu enak kok

Oom Win ternyata mengambil 2 butir telur dari lemari es. Kemudian, dia mengikat kedua tanganku ke belakang (di belakang pinggang), dan setelah itu mencium bibirku. Ketika tubuhku tersentak karena aku merasakan pentilku telah beradu dengan benda dingin yang aneh, tanpa kusadari ternyata Oom Win mengelusmengelus kan telurtelur itu tadi ke kedua pentilku. Karena aliran dingin itu pula, aku merontameronta kegelian dan tidak berdaya karena kedua tanganku masih terikat. Aku hanya bisa memaju mundurkan dadaku saja dan justru itu menambah keasyikan sendiri ketika kedua putingku kembali menyentuh telur yang dingin itu.

Oom, Anna pengen pipis.
Pipis aja disini, Anna, nggak Papa kok

Karena memang aku belum pernah berhubungan sex sebelumnya, cairan yang keluar kental dan tak hentihentinya itu ternyata lendir birahiku yang kuketahui setelah Oom Win sendiri menjelaskannya kepadaku.

Setelah pipis itu, aku merasakan badanku lemas terkulai. Dengan tangan yang masih terikat, Oom Win mulai melucuti celana dalamku.

Oom, jangan dibuka Oom, Anna barusan aja pipis
Anna, biar Oom bersihkan pipisnya

Kemudian Oom Win melepas celana dalamku yang sudah basah oleh lendir perawanku. Dengan liar, Oom Win menjilati memekku yang sudah basah itu.

Geli ah Oom, kok Oom nggak jijik jilatin pipis Anna?
Hmph, hmph, memek kamu kenyal Anna

Justru mendengar katakata jorok dari Oom Win itulah berahiku timbul lagi dan ketika memekku sudah merasakan nyotnyotan yang hebat, aku pun berteriak.

Sudah Oom, Anna mau pipis lagi

Karena Oom Win benarbenar melepaskan lidahnya dari memekku, pinggulku dengan selangkangannya yang telah terbuka lebar dan berlendir itu pun terangkat. Kemudian setelah beberapa saat, Oom Win berbalik menjilatiku lagi. Dan tak lama kemudian, aku pun mengerang hebat.

Arghh Oom, Anna pipis lagi Oom

Cairan kental yang deras (lebih hebat dari yang pertama kurasakan) mengalir kembali di memekku. Oom Win mulai melucuti pakaiannya dan aku kaget melihat ujangnya berdiri tegak menantang.

Lho kok bisa berdiri gitu sih Oom?
Memang itu keistimewaan lakilaki, Anna, ade Oom ini bisa juga lemes dan lucu tapi bisa juga jadi gede dan tegak

PelanPelan Oom Win mengarahkan ujangnya ke memekku.

Oom, mau dimasukkan kemana Oom, memek Anna tidak berlubang

Dengan sabar Oom Win berkata, Setiap memek perempuan berlubang, Anna dan lubang itu baru berguna setelah ada lakilaki yang mau masuk ke lubang itu

Tapi Anna tidak pernah melihat lubangnya, Oom
Nanti kamu juga merasakannya, tidak usah ingin melihatnya, Anna

Daging yang kenyal itu (kepala ujang Oom Win) mulai menggesekmenggesek bagian yang menonjol dari memekku, oleh karenanya cairan yang keluar tadi mulai lagi mengalir di memekku dan aku merasa lagi kegelian.

Karena masih perawan, maka lubang memekku mungkin memang sulit ditemukan oleh Oom Win. Sambil masih terus menggosokmenggosokkan kepala ujangnya, Oom Win memijitmemijit bibir memekku dan merekahkannya pelanpelan. Dengan tangan yang masih terikat, aku merontameronta.

Oom, sakit Oom
Kamu mau kita cari lubang itu nggak?
Mau Oom

Oom Win mulai mengarahkan ujangnya ke lubang memekku. PelanPelan dia menggesekmenggesek kan kepala ujang itu dan aku mulai merasakan adanya lubang di memekku. PelanPelan sambil digosokdigosokkan maju mundur, akhirnya clep, ujang Oom Win masuk menembus selaput daraku.

Arhh Oom, sakit sekali, darah segar pun mengalir di selangkanganku.

Dengan ujangnya yang masih menancap, Oom Win hanya tersenyum melihat reaksiku. Dia masih diam dan sambil pelanpelan mengelusmengelus bahuku dan susuku. Setelah aku agak tenang, Oom Win memutarmemutar pinggulnya sehingga aku merasa geli yang hebat di seluruh bagian rahimku dimana tertancap ujang Oom Win. Daging yang kenyal itu melesakmelesak menyenggolmenyenggol semua bagian seakanseakan mengocokmengocok isi perutku. PelanPelan Oom Win mulai menggenjot ujangnya dengan memaju mundurkan ujang nya dari lubang di memekku.

Memek kamu sempit sekali Anna, dede Oom serasa dipijitin
Argh Oom, ah, geli ah..

Oom Win tidak hanya menggenjotku, tapi meremasmeremas putingku dengan liar, melumatnya dengan lidahnya mengecupmengecupnya dan karena tanganku yang masih terikat di belakang punggung, aku pun hanya pasrah atas apa yang akan dilakukan Oom Win.

Oomm Anna pipis lagi Oom

Dan ketika cairan kental itu keluar lagi dari memekku, Oom Win masih menancapkan ujangnya di memekku sambil menunggu sampai gerak badanku agak melemah.

Setelah itu, tubuhku diangkatnya dan kakiku dilingkarkan ke pinggangnya, dan dia memainkan aku seperti bonekanya, naik turun dan oleh karena gerakan itu juga, setiap kali tubuhku bergoyangbergoyang, pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu tipis dan bidang itu. Kegelian yang kurasakan makin hebat karena ujang Oom Win semakin melesak masuk ke dalam lubangku itu.

Direbahkannya lagi tubuhku dan diganjalnya pinggangku dan pantatku dengan tumpukan bantal sehingga memekku semakin terkuak lebar dan itu memudahkan Oom Win untuk menancapkan ujangnya di lubangku. Pada posisi itu pula akhirnya ujang Oom Win terasa berdenyutberdenyut dan akhirnya menyemprotkan cairan yang banyak bersamaan dengan orgasmku yang terakhir.

Setelah itu, aku pun terbaring lemas dan pelanpelan Oom Win melepaskan ikatan tanganku kemudian memandikan aku dan mengeringkanku dengan penuh kelembutan.

Sekarang Anna sudah menjadi perempuan ya, Oom?
Iya, lubangnya ada kan Anna?
Eh iya Oom
Tapi, sebagai perempuan kamu tidak boleh sembrono memasukkan semua ujangujang ke dalam lubang memekmu itu, apalagi kalau sampai ujangujang itu menyemprotkan cairan seperti ujang Oom tadi
Kenapa Oom?
Karena cairan yang menyemprot itu berisi benih lakilaki, Anna. Kamu bisa saja hamil

Karena wajahku pusat pasi mengetahui kenyataan itu, Oom Win menenangkan aku dan memberiku pil anti hamil untuk mencegah aku hamil.

Malam itu, aku tertidur pulas setelah pipis untuk kesekian kalinya dari hasil memilinmemilin puttingku sendiri. Setelah kejadian itu, setiap kali ayah memarahiku, lubangku tidak pernah menganggur untuk diisi ujang oleh Oom Win.

SHARE
Previous articleNgentot Selingkuhan
Next articlePerawan Adik Ipar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here