Dalam Derai Hujan

0
21

Sebenarnya saya sungkan sekali menceritakan pengalaman saya yg pertama. Saya berani sumpah, saya belum pernah cerita pengalaman saya ini ke siapa pun.

Oke, begini ceritanya, saya ini anak sulung dari keluarga yg cukup kaya di Surabaya. Saya masih duduk di bangku 2 SMU, tapi saya sudah sangat mandiri. Bapak saya jarang sekali ada di rumah. Beliau selalu sibuk dengan urusan bisnisnya.

Sementara adik dan Ibu saya ada di Jakarta. Jadi saya lebih sering sendirian di rumah. Ya nggak sendirian betul, ada dua pembantu perempuan, satu pembantu lakilaki, satu sopir, sama satu satpam. Saya punya teman dekat yg juga sekaligus saudara sepupu saya.

Dia sangat cantik sekali. Sebut saja namanya Ratna. Rambutnya hitam lebat dan panjangnya kirakira sebahu. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, 160 cm. Berat badannya 50 kg. Bodynya ideal sekali. Dadanya cukup besar untuk ukuran anak SMU kelas 2. Terus kulitnya putih bersih dan menggairahkan.

Sebenarnya saya juga naksir berat sama sepupu saya ini. Cuman saya malu kalau pacaran sama Ratna, saya kan saudaranya, saya juga sudah punya pacar.

Bagi orang lain, hubungan kita ini memang sangat asyik. Bapak dan Ibunya memang terkenal sangat over protecting terhadap Ratna. Ratna tidak boleh berhubungan macammacam dengan lakilaki. Nggak heran kalau sampai sekarang Ratna belum pernah pacaran serius dengan seorang pun.

Tapi saya sudah kenal sekali sama bapak dan ibunya. Mereka sudah percaya 100% sama saya, maklum saya keponakannya. Ratna sendiri juga begitu. Dia pasti butuh cowok untuk perlindungan, cerita berbagai kesenangan dan kesusahan. Dan dia melampiaskan hal itu sama saya. Dia sering minta Ratnatarkan kemanamana, beli inilah, beli itulah. Singkat kata, hubungan kita memang seperti pacaran.

Seperti biasa, setiap hari Rabu dan Sabtu saya harus jemput Ratna di tempat kursus Inggrisnya. Kebetulan hari itu hari Sabtu, Waktu itu gelap sekali, mendung dilangit seperti mau jatuh saja. Jam 1/2 enam sore, akhirnya Ratna keluar bareng Dita, teman baiknya. Saya diminta Ratna mengantarkan Dita dulu sebelum mengantarkan dia. Kebetulan waktu itu saya lagi nggak ada kerjaan. Jadi OK lah

Rumah Dita ada di wilayah Delta Sari Baru, kompleks perumahan yg cukup elit di Surabaya. Rumahnya besar juga. Kita bertiga masuk ke rumah, ngobrolngobrol, bercanda. Kirakira jam 1/2 delapan malam, bapak dan ibu Dita keluar, ada keperluan katanya. Mereka sudah kenal baik dengan Ratna dan saya, jadi nggak ada pikiran anehaneh deh.

Reno (bukan nama sebenarnya), jagain Dita ya! kata bapaknya.

Saya sih OKOK saja, Dita kan juga cukup lumayanlah. High Average! Setengah jam kemudian, Rudi, pacar Dita datang.

Suasana jadi tambah ramai dan mengasyikkan. Ratna sih sudah kepingin pulang, tapi Ditanya mohon sama Ratna biar nggak cepat pulang.

Sudah Dee, telepon saja, bilang nginep di rumah gue, bujuk Dita.

Sampai agak lama dibujuk, akhirnya Ratna setuju untuk menginap di rumah Dita. Ibunya Ratna juga sudah ditelepon, dan sudah mengijinkan Ratna tidur di rumah Dita.

Jam sembilan malam, Ratna minta sama saya untuk Ratnatarkan jalanjalan. Alasannya sih rasional, nggak enak sama Rudi dan Dita, saya setuju. Tidak lama kemudian kita berdua sudah melaju dengan mobil Panther saya. Saya ingat betul, waktu itu gerimis rintikrintik mulai turun, tidak lama kemudian hujan pun turun. Kita putarputar di daerah Deltasari yg sepi. Sepanjang perjalanan kita membicarakan yg nggaknggak tentang Rudi dan Dita.

Mereka pasti sudah mulai macemmacem, kata Ratna.

Sebenarnya waktu itu saya juga ada pikiran yg nggaknggak sama Ratna. Saya lihat dia pakai baju tiny warna biru, celana jeans belel yg kebesaran, pokoknya seksi sekali. Apalagi cara bercandanya sama saya memang asyik banget. Kelikitikin lah, pelukpelukan lah, pokoknya bisa membangunkan k0ntol saya.

Saya menjalankan Panther saya pelanpelan, sambil saya putar lagulagu slow rekaman saya, terus saya juga memberanikan diri menyubitnyubit dia, mengelus rambutnya, wah kita benarbenar enjoy.

Wah, dingin ya, kata Ratna tibatiba.
Mau saya angetin, jawab saya sambil bercanda.
Angetin gimana sih? godanya. Saya cuma ketawa saja. Tapi dia terus menggoda saya.

Tangannya yg imut mulai menggeraygi pipi saya. Saya benarbenar nggak sadar apa yg terjadi, saya pikir waktu itu cuma mimpi saja. Tahutahu dia sudah menyiumi leher, dan memegangi k0ntol saya. Kontan saja saya rem itu Panther.

Saya yg sudah terangsangSangat terangsang, mulai menyiumi bibirnya. Kita saling mengulum, menghisap, dan mengadu lidah. Sungguh tidak bisa dibaygkan, saya bisa melakukan begituan sama dia, padahal kalau sama pacar saya palingpaling cuman gandengan dan pelukan. Saya memang sering nonton BF, baca buku porno, dan melakukan masturbasi. Cuma saya belum pernah kepikiran untuk melakukan hal ini. Memang, rasanya nikmat sekali.

Sambil ciuman, dia mulai megangmegang k0ntol saya, bahkan mulai berani membuka ritsluiting saya. saya juga sudah nekat banget. Jadi saya berani untuk mengerempon dadanya yg kenyal itu. Terus saya minta dia untuk buka kaos Tinynya. Ratna memang sangat penurut sama saya. Dia bukakan bajunya, sekaligus branya.

Wah, saya benarbenar sudah kesetanan. Saya dorong jok depan Panther saya kebelakang, sampai dia bisa tidur telentang diatasnya. Terus saya mulai menyiumi dadanya.

sshh, erangnya merintih.

Putingnya yg berwarna pink itu saya kulum habis. Saya mainkan dengan lidah saya. Saya bisa dengar suara nafasnya yg memburu. Aroma parfum menambah nafsu saya untuk menjilati dada Ratna. Tangannya memegangi pinggiran jok mobil, bibirnya digigitgigit sambil mengeluarkan suara yg sensasional dengan menyebut nama saya pelan.

Geli gelii! katanya.

Puas mengempoti dada si Ratna. Saya dorong jok depang ke belakang, sampai ada ruangan yg cukup Ratnatara Dashboard kiri sama jok kiri. Saya lompat ke tempat itu, terus menyiumi bibir Ratna yg seksi sambil memberanikan untuk meloroti jeansnya. cerita sex

Deeee, saya lepas ya? ijin saya.

Ratna cuma mengangguk pelan. Saya sempat melihat mata Ratna yg mulai merah. Mungkin dia merasa menyesal. Tapi saya yg sudah kesurupan setan jadi benarbenar liar. Saya buka semua baju saya, sampai k0ntol saya yg kekar dan perkasa menunjuknunjuk ke arah memek Ratna. Ratna yg melihat sempat kaget.

Wih besar banget No, komentarnya. Saya cuma ketawa kecut.

Saya peloroti jeans Ratna. Saya lihat CD Ratna sudah basah, ada noda basah dibagian memeknya. Itu membuat belahan memek Ratna benarbenar kelihatan. Saya benarbenar sudah nggak tahan masukin k0ntol saya ke dalam lubang memeknya. Jadi saya peloroti saja CDnya.

Jangan No, jangan, sudah segini saja, pintanya. Dia mencoba untuk bangun, tapi saya dorong ke belakang.

Saya mulai memainkan memek Ratna. Gila, memeknya masih sempit banget, mana bulunya jarang. Saya memang masih rookie, tidak tahu apaapa. Saya tidak tahu ini yg namanya perawan atau tidak, saya nggak peduli, yg penting saya bisa menikmatinya. Pertama saya masukin telunjuk saya ke dalam lubang memeknya, sementara tangan yg satu lagi menggesekgesek kelentitnya.

Aduh Aduh, Ratna cuma bisa bilang begitu saja.

Saya melihat dia sudah mulai menangis. Tapi saya nggak peduli. Kan dia duluan yg mulai. Saya maju mundurin telunjuk saya, sambil sekalikali nyiumi pipi Ratna, kening, bibir, dagu, dan semua bagian di wajahnya. Kirakira lima menit memeknya saya mainin seperti itu, Ratna mulai aneh. Dia mulai menggeliatgeliat, kakinya diluruskan sampai menendang Dashboard mobil saya, terus dia mulai menjeritjerit.

Memang waktu itu hujan deras sekali, suara teriakannya nggak bakal di dengar sama seluruh penduduk Deltasari, cuma saya khawatir saja. Saya hentikanvpermainan saya, saya pegang pipinya, terus saya ciumi bibirnya. Tapi dia malah aneh,

Ayo No, terusinterusin, nggak tahan nggak tahan rintihnya.

Saya benarbenar nggak tahu harus ngapain, tapi saya lihat dia sensasional sekali. Nafasnya memburu, dadanya mengetat dan membesar, kakinya menendangnendang dashboard, tangannya memegang jok pinggiran jok mobil, sambil mengangkat badannya.

Wah saya benarbenar nggak tahan. Saya buka selangkangan Ratna, sampai memeknya membuka lebar. Terus saya bimbing k0ntol saya untuk masuk kedalam memek Ratna. Wah tapi ternyata k0ntol saya nggak muat. Kepala k0ntol saya saja nggak bisa masuk.

Masukin, masukin! perintah Ratna kasar.

Kontan saja saya paksakan masuk. Saya dorong k0ntol saya kedalam memek Ratna Bless!

Akhh! teriak Ratna. Saya dorong terus k0ntol saya sampai mentok kedalam memek si Ratna. Ratna cuma bisa merontaronta.

Kaki dan tangannya memukul apa saja yg ada.

Sstttt nanti ada orangorang gimana? bujukku.

Akhirnya Ratna bisa sedikit tenang. Sambil terisakisak dia bilang kalau dia kesakitan. Saya biarkan dulu k0ntol saya di dalam memek Ratna. Terus saya belaibelai rambutnya, saya usap keringatnya, terus saya ciumi bibirnya.

Gimana Dee? tanyaku. Dia diam saja.
Boleh saya terusin nggak? tanyaku lagi.
Heeh tapi pelanpelan ya, jawab Ratna lembut.

Seperti yg pernah saya lihat di BFBF, biasanya orang menggenjotgenjot k0ntolnya maju mundur. Saya juga melakukan hal itu sambil memegang perut Ratna. Ratna cuma pasrah, tangan dan kakinya tergolek lemas, matanya terpejam, air matanya mengucur seperti cairan di memeknya, sesekali terdengar isakan dan erangan yg mempermanis suasana. Rasanya nikmat sekali, k0ntol saya serasa diuruturut. Aroma yg di timbulkan juga khas sekali, saya suka sekali.

Akhirnya saya bisa merasakan kalau sperma saya sudah mau keluar. Saya percepat gesekan di dalam. Saya minta Ratna untuk membuka mulutnya, seperti biasa dia menurut walaupun tanpa semangat. Saya cabut k0ntol saya, terus saya naik ke kepala Ratna, saya masukan k0ntol saya kedalam mulutnya, saya pegangi pipinya dan saya katup mulutnya.

Crot Crot Crot k0ntol saya muntahmuntah. Ratna yg kaget langsung bangun terus memuntahkan sperma saya di jok mobil. Yahh kotor deh.

15 menit kemudian kita sudah samasama tenang. Saya tanya bagaimana rasanya, dia jawab sakit. Terus saya tanya dia mau beginian lagi nggak, dia cuma diam. Terus saya tanya kapan kita bisa beginian lagi, dia juga diam. Saya elus rambutnya yg lembab keringat, terus saya cium pipinya. Saya bisikin bagaimana kalau dia tidur di rumah saya. Nanti kita bisa main begituan sampai pagi.

Dia cuma tersenyum, terus mengangguk. OK, saya jalankan Panther saya pulang. Di rumah, saya bertarung habishabisan sama dia. Saya stelin dia BFBF terbaik saya. Saya jilati memeknya, dia juga mengisapi k0ntol saya, wah pokoknya seru sekali. Paginya kita mandi bareng. Sampai sekarang kita sudah sering banget melakukan hubungan tersebut. Saya nggak pernah berani mengeluarkan sperma saya di dalam, takut mbelending!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here