Jaim Jadi Jail

0
48

Tokoh utama bernama Ida, suaminya adalah seorang nahkoda pada perusahaan cargo asing. Mereka belum mempunyai anak, padahal usia perkawinan mereka sudah hampir 4 tahun dan menurut dokter mereka berdua sehat. Ida berusia 25 tahun, berkulit putih bersih, dengan tinggi 172 cm dan berat 50 kg, payudaranya berukuran 36 B. Dulu ia merupakan kembang desa di kampungku. Dia dan suami dari Sumatera Barat.

Setelah menikah suaminya mengajak merantau ke Jakarta, untuk karirnya dan supaya Ida mengenal kota besar katanya. Suaminya telah membeli sebuah rumah di Jakarta. Rumahnya terlalu besar menurutku untuk mereka tinggali berdua saja. Jadilah Ida seorang diri berbenah di rumah, waktu ia di kampung suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri sehingga ketika suaminya menawarkan untuk mencari pembantu ia menolaknya.

Lama kelamaan Ida suka kesepian kalau di rumah terus, soalnya suaminya kalau bertugas paling cepat 2 bulan baru kembali. Akhirnya Ida mengikuti pengajian dilingkungan sekitar rumahnya untuk menghilangkan kebosanan menunggu rumah. Oh ya..sejak menikah Ida mengubah penampilannya, sekarang ia menggunakan jilbab dalam berpakaian seharihari. Kelompok pengajiannya diikuti lebih kurang 22 orang. Mayoritas dari mereka mengenakan jilbab sehariharinya.

Di dalam kelompok pengajian Ida akrab dengan Fitri, anak dari guru mengajinya yg tinggal 1 blok dari rumahnya. Ida dan Fitri memang seusia, Fitri berusia 25 tahun dan belum menikah. Penampilan Fitri menuruni dari ayah dan ibunya yg keturunan Arab, wajahnya jelas sekali menunjukkan ia keturunan Arab, kulitnya putih bersih, tingginya sekitar 175 cm dan beratnya 55 kg, Ida suka merekareka ukuran payudara Fitri yg kayaknya lebih besar dari punyanya.

Fitri sangatlah modis dalam berpenampilan, Ida suka memintanya mengajari dalam cara berpakaian. Fitri juga mengenakan jilbab seperti Ida, tapi ia selalu berpakaian modis dan trendy bahkan sesekali jubahnya agak ketat dan dipadukan dengan celana jeans, kadangkadang Ida bingung dengan caranya berpakaian walaupun tertutup rapat tapi terlalu ketat menurutnya.

Sedangkan Ida lebih suka berbaju kurung saja dan berjilbab tertentunya. Fitri mengajar TPA yg berjarak 2 rumah dari rumah Ida. Ida suka memuji kecantikan Fitri yg makin terlihat bila ditambah dengan dandanan yg modis dan trendy, ia hanya tersipusipu saja bila mendengar pujian Ida tersebut, saat ia lewat di depan rumah ketika berangkat dan pulang mengajar. Fitri juga suka mampir ke rumah Ida bila pulang mengajar yg hanya sampai jam 11, biasanya ia menemaninya membereskan rumah sambil ngobrol sesana kemari.

Suatu saat Fitri mampir ke rumah Ida setelah selesai mengajar, ia mengenakan jilbab berwarna putih, berbaju muslim dan celana kulot berwarna coklat muda, ketika itu Ida seperti biasa mengenakan jilbab berwarna putih dan baju kurung berwarna pink. Mereka pun kemudian asyik dalam obrolan, suatu ketika Ida memperhatikan jarijari tangan dan kaki Fitri yg sepertinya dilukis.

Aduh Fit, jarijari kamu iniiii. Indah sekali sihhh, sambil meraih tangannya dibawa ke pangkuan Ida.

Fitri hanya tersenyum saja sambil mengamati Ida.

Oh, lembut sekalitanganmu Fit.. sambil memasukkan jarijarinya di antara jarijari tangan Fitri.

Kemudian Ida sedikit memilinmilin jarijari tersebut. Entah kenapa sepertinya Fitri menikmati pilinan jari Ida pada jarinya. Fitri menarik nafas panjang kemudian menghembuskan dengan cepat, mengelenggelengkan kepalanya seperti orang yg tegang lehernya, jilbabnya bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti gerakan kepalanya.

Kamu kenapa Fit? tanya Ida keheranan.
Eh, ngak kok cuman leher agak pegelpegel aja jawab Fitri agak gugup.
Oo.. balasnya.

Tapi pengalaman dan naluri kewanitaan Ida yg berpengalaman tahu bahwa itu adalah tandatanda wanita yg sedang terangsang. Timbul pikiran kotor untuk mengerjai Fitri, apa benar ia terangsang hanya oleh remasan jariku pada tangannya. cerita sex

Soalnya bila sedang sendirian kadangkadang Ida juga menghayalkan sedang bersetubuh dengan suaminya apalagi bila libidonya sedang tinggi, ia suka jadi pusingpusing bila menahan nafsunya itu, bila tak kuat menahannya badan terasa panas dan ia suka ke kamar mandi dan menyirami tubuhnya yg masih berpakaian lengkap, jilbab dan pakaiannya dibiarkan basah sambil berusaha mengatur nafasnya yg akan terengahengah,

kemudian ia akan merabaraba tubuhnya yg masih mengenakan jilbab dan pakaian lengkap itu terutama daerah payudara dan kemaluan sambil membaygkan disetubuhi oleh suamiku, ritual itu baru berakhir bila ia sudah mencapai orgasme, pertamatama ia malu pada dirinya sendiri, tapi lama kelamaan menikmatinya, memang aneh sejak menikah ia jadi ketagihan untuk digauli oleh suaminya, suatu hal yg tidak pernah dipikirkan ketika belum menikah. Tapi apakah Fitri yg masih single juga suka membaygkan halhal seperti itu, apalagi ilmu agamanya lebih dalam dari Ida.

Kita pindah ke kamar yuk, biar sekalian aku pijitin kepalamu Fit kata Ida sambil menghentikan remasan jarinya pada tangan Fitri. Ida pun segera berdiri sambil merapikan jilbab dan bajunya lalu berjalan ke dalam kamar tidur. Ia dapat melihat wajah Fitri seperti menunjukkan kekecewaan ketika Ida menghentikan remasan pada tangannya. Ia pun segera berdiri dan merapikan jilbabnya dan mengikuti Ida ke dalam kamar.

Ayo tiduran biar enak dipijatnya kata Ida sambil duduk di pinggir tempat tidur.
Gak usah Da, ntar juga hilang sendiri jawabnya sambil duduk di bangku meja rias dan melihatlihat peralatan rias.

Ida kemudian berdiri dan berjalan mendekati Fitri, kemudian memijitmijit pundaknya. Entah setan apa yg tibatiba merasuki dirinya, Ida ingin sekali menggoda melihat Fitri bila sedang dalam keadaan terangsang, apakah seperti yg ia pernah rasakan apa lain. Fitri diam saja ketika Ida mengangkat sedikit jilbab bagian belakang dan menariknya ke arah depannya, sehingga Ida dapat melihat leher bagian belakang Fitri. Ia membiarkan Ida memijitmijit lehernya, lehernya memang terasa kaku, tapi yg membuat Ida penasaran nafas Fitri makin lama makin cepat.

Sebenarnya Fitri merasakan perasaan yg aneh ketika tangannya diremasremas oleh Ida di ruang tamu, pikirannya tibatiba merasa melayg dan ada rasa yg belum pernah ia rasakan yg sepertinya meledakledak ingin keluar dari dalam dirinya tetapi ia berusaha menahannya sehingga tanpa sadar nafasnya menjadi terengahengah dan hal itu kembali dirasakannya ketika tangan Ida memijitmijit pundaknya. Tanpa sadar tangan kanan Fitri meremasremas payudara kirinya dari luar pakaiannya, sementara tangan kirinnya menekannekan bagian memeknya yg terasa berdenyutdenyut dari luar celananya.

Ida yg melihat aktifitas tangan Fitri dari kaca riasnya tersenyum, rupanya sama saja kalo wanita sedang terangsang, tak beda antara orang alim dengan orang biasa. Ida pun menurunkan pijatannya pada lengan Fitri, lalu tangan kanannya mulai merabaraba payudara kanan Fitri yg masih tertutup pakaian dari belakang. Wajah Fitri yg terlihat relax menjadi bertambah ceria ketika merasakan remasan pada payudara kanannya, ia mendengar bisikan Ida yg lembut pada telinganya yg tertutup jilbab

Biar aku puasin kamu Fit. Suasana hening beberapa detik, keduanya saling tatap sebelum tibatiba Ida memagut bibir Fitri yg mengadah ke depan itu.

Fitri tersentak kaget, dia melepaskan ciuman itu dan melotot memandangi Ida.

Dakamummmhh! sebelum sempat menyelesaikan katakatanya Ida sudah kembali menciumnya.

Fitri sempat berontak dengan menarik jilbab Ida agar kepalanya menjauh selama beberapa saat namun ciuman dan belain Ida pada daerah sensitifnya membuat gairahnya naik, baru kali ini dia merasakan dan melakukannya apalagi dengan sesama jenis, dirasakannya kenikmatan yg berbeda yg menggodanya untuk meneruskan lebih jauh. Rangsangan dari dalam dirinya dan menyebabkan Fitri pun akhirnya menyambut ciuman rekan pengajiannya itu. Lidah mereka bertemu, saling jilat dan saling membelit.

Sementara itu tangan Ida meremas lembut payudara Fitri dari luar, Fitri sendiri sudah mulai berani mengelus punggung Ida, tangan satunya mengelus pantatnya yg masih mengenakan baju kurung. Keduanya terlibat dalam ciuman penuh nafsu selama lima menit, dan ciuman Ida pun mulai menjilati belakang lehernya.

Sshhhkurang ajar juga kamu Da! desisnya dengan nafas memburu.

Ida terus menciumi leher Fitri sambil kedua tangannya membuka resleting di belakang baju muslim Fitri dan mulai memelorotinya sehingga bra putih di baliknya terlihat, dia turunkan juga cup bra itu hingga terlihatlah sepasang gunung kembarnya yg membusung kencang. Jarijari lentik Ida mengusapinya dengan lembut sehingga Fitri pun hanyut dalam kenikmatan.

Gimana Fit, asyik kan ? Kamu jadi tambah cantik kalau lagi horny gitu loh Ida tersenyum nakal sambil memilinmilin kedua puting Fitri.
Mmhheengghhudah dong Da, sshhntar ada yg tau ! desah Fitri merasakan kedua putingnya makin lama makin mengeras. Sambil menariknarik jilbab Ida agar menjauh darinya
Tenang, disini aman kok, ini kan rumahku, kita have fun sebentar yah ! jawab Ida Kemudian. Ida mencumbui payudara

Fitri, lidahnya menyapunyapu puting kemerahan yg sudah menegang itu, saat itu Ida mengetahui ukuran payudara Fitri adalah 38 B dari bra yg berhasil ia lepaskan. Wajah Fitri yg berjilbab hanya bisa mendongak dan mendesah merasakan nikmatnya. Tangan Ida sudah mulai memcoba menurunkan celana kulot Fitri dan Fitri pun mengangkat sedikit pantatnya agar Ida dapat dengan mudah menurunkan celana kulotnya hingga sebatas lutut dan Ida mulai merabai pahanya yg putih mulus itu.

Hhhssshheeemmmhh ! Fitri mendesis lebih panjang dan tubuhnya menggelinjang ketika tangan Ida menyentuh kemaluannya dari luar celana dalamnya.

Seperti ada getarangetaran listrik kecil yg membuat tubuhnya terasa tersengat dan tergelitik saat jari Ida menyusup lewat pinggir celana dalamnya dan menyentuh bibir memeknya, daerah itu jadi basah berlendir karena sentuhansentuhan erotis itu.

Pada saat itulah. Birahi Fitri tibatiba meledak, ciuman lembut itu, jilatanjilatan halus itu, remasan dan cubitan halus itu, ohhh tak mampu ia tahan lagi. Fitri menjadi sangat bernafsu. Diraih tubuh Ida dan dirapatkan ke tubuhnya, mendorongnya ke atas tempat tidur, menindih tubuhnya, dan untuk pertama kalinya baginya, samasama perempuan mereka saling berpagut mereka saling melumat bibirbibir dan lidahlidahnya. Jilbab mereka menjadi agak acakacakan tetapi masih menempel pada kepala masingmasing.

Kami langsung berguling di tempat tidur, dengan sangat agresif Fitri merangsek Ida, ia mengangkat kain jilbab depan Ida dan lidahnya merambat ke leher Ida, kemudian kedua tangannya meremasremas payudara Ida dari luar pakaiannya. Ida pun membuka baju kurungnya dan melepaskan bra serta celana dalamnya, hanya tinggal jilbab yg dikenakannya.

Fitri pun melakukan hal yg sama, ia membuka baju dan celana kulotnya kemudian melepaskan branya yg sudah merolot dan terakhir celana dalamnya. Fitri mendekatkan wajahnya merangsek ke dada Ida, lidahnya menarinari dan bibirnya menggigitgigit kecil kemudian menyedot putingputing payudara Ida. Woooww, birahi Ida pun semakin membara terbakarrrrrr

Fit, kamu pernah beginiiiii Fit???.
Ooohhh.. hhheehh.. hhullppp, dia merintih dan terus meracau

Ida sendiri tidak mampu lagi berfikir jernih, dieluselus kepala Fitri, jilbabnya yg tergerai agak susah lepas karena ada peniti di lehernya. Ida meraih jilbabnya mengikatkannya ke belakang lehernya, ia melakukan hal yg sama pada jilbab Fitri yg sedang menguselusel payudara Ida yg sangat merangsang kenikmatan birahinya tidak menganggu

Ida menyaksikan kepala Fitri seperti bergeleng dan bergeleng histeris, sepertinya ingin menekankan lebih dalam kulumannya pada payudara Ida yg ranum ini Aiiiihhh, binalnya kamu FitriiiiiIda menikmatinya dalam kepasrahan. Ia tak ingin menggangu badai nafsu birahi yg sedang melanda Fitri dibiarkan saatsaat tangan Fitri mulai menyibak rambut kemaluannya.

Disingsingkannya rambut tersebut, tangannya menjamah kemaluan Ida dan mengelusnya. Uh, halusnyaaa Ida menggelinjang hebat, dan mulai mengeluarkan desahan yg tak lagi dapat ditahantahan. Kegelian dari permukaan memeknya menjalar ke seluruh tubuhnya. Ida menggeliatgeliat. Fitri semakin bersemangat. Tangannya berkalikali mengibaskan jilbabnya agar tidak menghalangi pandangannya jarijarinya mengelus bibir memek Ida.

Dengan bibir yg terus melumat payudara Ida serta menggigit puting susunya, jarijari Fitri mempermainkan kelentitnya. Uhhh, rasanya Ida tenggelam dalam samudra kenikmatan yg tak terhingga Geliatgeliat tubuhnya menggila disertai dengan rintihan yg disebabkan tak mampunya menerima kenikmatan yg datang melanda bak topan di lautan.

Ida menjambak jilbab Fitri hingga menjadi awutawutan. Dan Fitri pun semakin kesetanan. Jarijarinya berusaha menembus lubang memek Ida. Ida merasakan kegatalan sekaligus kenikmatan yg dahsyat. Bibir lubang memeknya mengencang, ingin ditembus tetapi malah merapatkan pintunya. Sungguh suatu ironi yg sangat. Kemudian Fitri melepas kulumannya di payudara Ida. Tangannya membuka dan langsung menyorongkan payudaranya ke muka Ida.

Da, tolong yahsaya gak tahan ! pintanya sambil dua jarinya keluar masuk memeknya.

Dorongan birahi yg tinggi menyebabkan Ida mendekatkan wajahnya ke payudara Fitri, lidahnya pun menyentuh puting susu Fitri yg merah merekah itu sehingga pemiliknya mendesah.

Sshhhuuummm.aaahhh ! desah Fitri menikmati jilatan Ida pada payudaranya
Emmhhyahhdisitu, terusinaaahh ! desisnya lagi ketika Ida mengigitgigit puting susunya.

Kini Ida dalam posisi merangkak di atas tubuh Fitri yg telentang. Payudara keduanya bertemu dan saling menghimpit, keduanya berpelukan dan berciuman dengan sangat liar. Tak lama kemudian gelombang orgasme melanda keduanya, daerah selangkangan mereka semakin basah karenanya. Sesuatu yg hangat terasa di dalam kemaluan mereka, ya, cairan memek.

Ida menyaksikan kepuasan tak terhingga pada Fitri. Nafasnya tersengalsengal. Akhirnya mereka berdua berpelukan erat sambil berciuman. Kedua payudara mereka saling menempel. Kedua kemaluan mereka juga saling menempel. Mereka berdua saling membelai punggung dengan halus. Ida menambahi dengan jari telunjuk tangan kanannya yg masuk mengocok lubang pantat Fitri.

Fitri mengikutinya dengan juga memasukkan jari telunjuk tangan kanannya yg masuk mengocok lubang pantat Ida. Bibir mereka melepaskan ciuman dan keluarlah suara..

Aaahhh aaahhh aaahhh Demikianlah keduanya mencapai puncak orgasme setelah memainkan lobang pantat masingmasing.

Akhirnya mereka meraih orgasme, mereka tidak tahu lagi bagaimana menahannya, keduanya berguling saat orgasme itu datang, kenikmatan dahsyat yg menimpa mereka membuat lupa diri, berteriak histeris, meracau histeris Caci maki dan umpatan katakata kotor penuh birahi keluar dari mulut mereka

Belakangan Ida mentertawakan Fitri, dia bilang kamu yg cantik, ayu dan lembut serta alim ini bisa juga mengeluarkan katakata hina, seronok kasar dan kotor seperti itu Ida membaygkan betapa kenikmatan telah melanda Fitri hingga katakata yg sedemikian kotor itu begitu saja meluncur dari mulut cantiknya

Itulah awal Ida dan Fitri mengenal dunia lesbian. Sejak itu Ida dan Fitri sering bercumbu. Saat suami Ida berangkat kerja, tak jarang permainan dilangsungkan di rumahnya atau di rumah Fitri. Lama kelamaan mereka semakin banyak melihat perempuan yg cantik.

Sesekali mereka, Ida dan Fitri sepakat untuk mencari partner yg ke3. Mereka ingin bercumbu bertiga. Dengan siapaaa yaaa??? Kapaann yaaa??? Jilbab dan baju muslim yg mereka kenakan tak menghalangi mereka untuk meneguk kenikmatan birahi yg mereka rasakan, bahkan Fitri yg alim ternyata mempunyai kepribadian yg sangat mencengangkan.

Mereka berdua sepakat menutup rapat kisah percintaan mereka di balik jilbab mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here