CERITA DEWASA

Kenikmatan Bercinta Dengan 2 Wanita

Kenikmatan Bercinta Dengan 2 Wanita

WANITA MUDA – aku berasal dari Tasikmalaya & telah 2 th menempuh kuliah di Jakarta. Di sini saya tinggal di satu buah hunian kost yg ditempati tidak sedikit mahasiswa perantauan sepertiku. Kisah ini bermula kala saya sedang berbelanja ke suatu mall di Jakarta. saya tak sendirian, namun dengan 2 perawan sahabat kostku, mereka yakni Diana & Sinta.

Keduanya cantik dan samasama warga keturunan sepertiku. Diana adalah seniorku semester akhir, sama2 jurusan manajemen denganku, sifatnya pendiam, banyak yang mengatakan dia judes karena jarang tersenyum, karena sifat tertutupnya inilah temannya cuma sedikit, tapi kalau sudah akrab ternyata orangnya baik dan menyenangkan. Dia sering membantuku dalam tugas2 kuliah. Hubungan kami seperti kakak adik, orangnya putih cantik, tinggi, rambut panjang, wajah oval dan bodinya ideal, kalau dilihatlihat mirip dengan Vivian Hsu, sedangkan Sinta seangkatan denganku tapi dari fakultas psikologi, pacarnya adalah salah satu temanku yang sedang belajar di luar negeri, sifatnya periang dan humoris, kadangkadang suka bercanda kelewatan, tingginya skitar 160 cm, bodinya langsing, berambut lurus sebahu, wajahnya putih licin dengan hidung mancung, dia dan aku termasuk beberapa dari segelintir orang yang dekat dengan Diana.

Malam itu langit sudah gelap kira2 jam 19:00, kami sudah selesai berbelanja dan sedang menuju tempat parkir bertingkat. Tempat itu sudah sepi dan gelap karena aku kebetulan parkir di tingkat agak atas jadi jarang ada kendaraan. Suasana di sana cukup menyeramkan hanya diterangi lampu remangremang. Tibatiba kami dikejutkan oleh 2 orang preman berpenampilan sangar yang menghadang jalan kami.

Hei babi, tunggu dulu kalau mau lewat serahin dulu duit yang kalian punya, ayoooo!!!! kata yang kurus gondrong itu.Wah gile bawa cewek juga nih dia, cakepcakep lagi, eh cewek mau main sama kita nggak! timpal temannya yang berambut cepak. Aku segera bergerak menepis tangan si cepak ketika hendak mengelus pipi Diana yang tampak ketakutan.Hei, hei.. kalau mau duit gua ada tapi jangan macammacan sama temanku! bentakku padanya.Rupanya mereka tidak terima dan si gondrong mengeluarkan pisau lipatnya dan menyerang ke arahku, aku menghindar dan menangkap pergelangan tangannya, kupuntir dengan jurus aikido yang kupelajari sejak SMA, Ci Diana, Sinta, cepat masuk ke mobil dan lari, jangan tunggu gua! seruku pada mereka seraya memberi kunci mobil pada Diana, mereka segera masuk ke mobil dan kudengar mesin sudah dinyalakan tapi bukannya lari malah menungguku.

Heh bangsat, mau jadi jagoan loe, ayo kita hajar dia dulu Wan baru kita kerjain cewek2nya, kata yang gondrong pada temannya. Si cepak menerjang ke arahku tapi kutendang perutnya sampai terhuyunghuyung ke belakang.Ayo masih berani maju? tantangku dengan memasang kudakuda. Yang cepak itu masih belum kapok, dia mengeluarkan pisaunya dan mencoba menusukku, kami sempat terlibat pertarungan seperti dalam filmfilm action. Tanganku sempat tersabet pisau dan membuat luka gores sepanjang kirakira 10 cm, namun aku berhasil merebut pisau si gondrong dan kupatahkan pergelangan tangannya, sementara yang cepak terkena tinjuku pada mulutnya sehingga terlihat darah pada bibirnya.

Sebenarnya aku mulai kewalahan tapi aku mencoba tetap tenang dengan menggertak mereka dengan pisau yang kurebut sambil berdoa dalam hati, kami terdiam sesaat lalu mereka perlahanlahan mundur, membalikkan badan dan kabur entah kemana, akhirnya berguna juga ilmu bela diri yang kupelajari selama ini. Aku segera masuk mobil, kusuruh Diana segera tancap gas, dengan wajah masih tampak tegang dia segera menjalankan mobil dan keluar dari situ.

Sinta berkata padaku, Ihh tangan kamu berdarah tuh, kamu nggak apaapa?. Sinta membantu mengobati lukaku dengan peralatan P3K di mobilku.Leo, kamu nggak apaapa, kita ke rumah sakit ya, sambung Diana.Ah nggak usah kok cuma luka gores aja, nggak sampai kena tulang lagi, tinggal diobatin dan diperban sendiri aja, kalian tenang sajalah, harusnya gua yang terima kasih pada kalian, kalian sudah gua suruh kabur dulu tapi malahan nungguin, kalau gua kalah tadi gimana coba!Leo, kamu masih anggap Cici ini temanmu nggak sih, kamu pikir kita tega ninggalin kamu sendirian kayak gitu! kata Diana dengan ketus dan menatap tajam ke arahku.Udah Ci, lagi nyetir jangan marahmarah, Leo kan tadi kuatir keselamatan kita juga, uuhh.. kamu sih asal omong! Sinta mencoba menenangkan sambil menyikut dadaku, aku diam saja daripada ribut sama cewek, bukannya takut tapi bikin pusing apalagi mendengar omelan Sinta kalau lagi bawel.

Sesampainya di kost, aku menyuruh mereka istirahat saja supaya tenang, aku sendiri segera masuk kamar. Kirakira jam 9 malam, aku sedang membaca tabloid Bola, pintuku diketuk, ternyata yang datang Diana dan Sinta yang sudah memakai pakaian tidur.Loh, ngapain kalian berdua ke sini malammalam begini?
tanyaku.Kita cuma mau berterima kasih barusan itu, kamu tadi hebat banget deh Le, mirip Jet Lee aja aksinya, puji Sinta dengan tersenyum.Boleh kami masuk, ngobrolngobrol sebentar? tanya Diana.Akhirnya kupersilakan mereka masuk juga mumpung belum ada yang lihat.

Gimana lukamu Le, sori banget ya demi kita kamu jadi gini, kalo nggak ada kamu nggak tau deh gimana nasib kami, kata Sinta sambil memegangi lenganku yang sudah diperban.Ah luka kecil, nggak lama juga sembuh kok, kalian tenang deh.Le, kamu hebat deh tadi, makannya kita ke sini rencananya mau membalas budi nih, kami ada hadiah kecil buat kamu, sahut Diana.Oh, nggak usah Ci, kita kan temen kok pake hadiahhadiahan segala.Eee, harus diterima lho kalo nggak gua nggak mau omong sama kamu lagi nih! sambung Sinta setengah memaksa.Ya, iya deh, aku terima aja biar kalian puas, makasih loh.Tapi loe tutup mata yah, soalnya ini surprise loh, katanya lagi.Wah, apa sih pake rahasia segala, ya udah deh, gua merem nih, kataku.Aku bersandar di ranjang sambil memejamkan mata, kudengar suara tirai ditutup dan Diana berkata, Awas jangan ngintip ya, ntar batal loh hadiahnya! disambung dengan suara Sinta ketawa cekikikan.

Akhirnya aku merasakan salah seorang duduk di sampingku dan meraih tanganku.Sudah siap? ternyata suara Diana.Sudah, boleh buka mata belum Ci?Tunggu bentar lagi. jawabnya.Tanganku disentuh

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close