Sex Di Perjalanan Dinas

0
21

Sex Di Perjalanan Dinas

WANITA MUDA – Psssttt sayang, silakan kubantu menikmati sesuatu yg baru, nih.., kubantu melepaskan celana dalammu, nggak baik bila tidur gunakan celana dalam, sambil tangannya yg tadinya mengeluselus sektor atas paha Emil bergerak naik & memegang pinggir celana dalam Emil, setelah itu menariknya bersama perlahanlahan ke bawah meluncur di antara ke-2 kaki Emil.

Badan Emil menjadi kaku dan dia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Emil seakanakan berubah menjadi patung, pikirannya menjadi gelap dan matanya dirasakannya berkunangkunang. Joon melihat kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tidak terlalu lebat di antara paha atas Emil. Jarijari Joon membuka satu persatu kancing daster Emil,gairahsex.com sambil tangannya bergerak terus ke atas dan sekarang ia menyingkapkan seluruh selimut yang menutupi tubuh Emil, sehingga terlihatlah payudara Emil yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua.

Sekarang Emil tergolek dengan tubuhnya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang dan pantat yang penuh berisi, serta buah dada yang kecil padat dan belahan di antara paha atas yang membukit kecil, benarbenar sangat merangsang nafsu birahi Joon. Ia sudah tidak sanggup menahan nafsu, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Evita, sekarang bangkit lagi, tegang dan siap tempur.

Sejak saat itu Joon bertekad untuk tidak akan membebaskan Emil. Ia terlalu berharga untuk di biarkan, Joon akan menikmati tubuh Emil berulangulang pada malam ini. Kemolekan tubuh Emil terlalu sayang untuk disimpan oleh Emil sendiri pikir Joon. Joon mendorong tubuh Emil dan mulai meremasremas payudara Emil yang telah terbuka itu,

Dengerin sayang, you akan saya ajarin menikmati sesuatu yang nikmat, asal you baikbaik nurutin apa yang akan saya tunjukkan.

Kesadaran Emil mulai kembali secara perlahanlahan dan dengan tubuh gemetar Emil perlahanlahan membuka matanya dan memperhatikan Joon yang sedang merangkak di atasnya. Emil mencoba mendorong badan Joon sambil berkata,

Joon, apa yang sedang kau lakukan ini?, Sadarlah Joon, aku sudah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini!. Karena menganggap Joon berada dalam keadaan mabuk, Emil mencoba membujuk dan menggugah kesadaran Joon.

Akan tetapi Joon yang telah sangat terangsang melihat tubuh Emil yang molek halus mulus dan bugil di depan matanya mana mau mengerti, apalagi penisnya telah dalam keadaan sangat tegang.

Gila! Cakep banget! Lihat buah dadamu, padat banget. Cocok sama seleraku! You emang pinter menjaga tubuhmu, sayang!, kata Joon sambil menekan tubuhnya ke tubuh Emil.

Emil berusaha bangun berdiri, akan tetapi tidak bisa dan dia tidak berani terlalu bertindak kasar, karena takut Joon akan membalas berlaku kasar padanya. Sedangkan dalam posisinya itu saja ia sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk lari. Sambil menjilat bibirnya Joon berbaring di sisi Emil.

Mil, lebih baik you mengikuti kemauanku dengan manis, kalau tidak saya akan paksa you dan saya perkosa you habishabisan. Kalau you turutin, you akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sakit. Lalu tangannya ditangkupkan di buah dada Emil, sambil meremasremasnya dengan sangat bernafsu, sambil merasakan kehalusan dan kepadatan buah dada Emil.

Bodi you oke banget!, kata Joon.

Coba you berputar Emil!. Perlahanlahan dengan perasaan yang putus asa Emil berputar membelakangi Joon. Dan dirasakanya tangan Joon sekarang ada di pantatnya meremas dan merabaraba.

Kemudian Joon menyibakkan rambut Emil, dan dihirupnya leher Emil dengan hidungnya sementara lidahnya menelusuri leher Emil. Sambil melakukan hal itu tangan Joon berpindah menuju kemaluan Emil. Pada bagian yang membukit itu, tangannya bermainmain, mengeluselus dan menekannekan, sambil berkata,

Kasihan you, Emil, pasti suami you tidak tahu cara membahagiakan you?,

Tapi tenang aja sayang, dengan saya, you nggak bakalan bisa lupa seumur hidup, you bakalan merasakan bagaimana menjadi wanita sejati!. Sambil memutar kembali tubuh Emil.

Setelah itu Joon mengambil tangan Emil dan meletakkannya di kemaluannya yang telah sangat tegang itu.

Ketika merasakan tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, tubuh Emil tersentak, belum sempat Emil dapat berpikir dengan jelas, terasa badannya telah ditelentangkan oleh Joon dan dengan cepat Joon telah berjongkok di antara kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang akibat tekanan lutut Joon. Dengan sebelah tangannya menuntun penisnya yang besar, Joon lalu menempelkan ujung penisnya ke bibir vagina Emil,

Apa you mau saya masukin itu?,

Aaahhh, jangaaann, jaaangaaann, jooonn, Emil dengan suara mengibaiba masih berusaha mencoba menghalangi niat Joon.

Emil mencoba mengeser pinggulnya ke samping, berusaha menghindari penis Joon agar tidak dapat menerobos masuk ke dalam liang kewanitaannya. Sambil tersenyum Joon berkata lagi,

You tidak dapat kemanamana lagi, lebih baik you diamdiam saja dan menikmati permainan saya ini..!. Joon lalu memajukan pinggulnya dengan cepat dan menekan ke bawah, sehingga penis besarnya yang telah menempel pada bibir kemaluan Emil dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina Emil dengan tanpa dapat dihalangi lagi.

Testis Joon mengayunayun menampar bagian bawah vagina Emil, sementara Emil megapmegap karena dorongan keras Joon.

Emil belum pernah merasakan saat seperti ini, setiap bagian tubuhnya serasa sangat sensitif terhadap rangsangan. Buah dadanya terangsang saat ditindih oleh dada Joon. Dirinya sudah lupa kalau sedang diperkosa, ia tidak peduli pada tubuh besar Joon yang sedang bergerak naik turun menindih tubuhnya yang langsing. Emil mulai merasakan suatu sensasi kenikmatan yang menggelitik di bagian bawah tubuhnya, vaginanya yang telah terisi oleh penis besar dan panjang milik Joon, terasa menggelitik dan menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga Emil hanya bisa menggeliatgeliat dan mendesis mirip orang kepedasan.

Emil hanya berusaha menikmati seluruh rasa nikmat yang dirasakan tubuhnya. Sekarang Emil mencoba untuk berusaha aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama gerakan Joon di atasnya. Joon melihat Emil mengerang, merintih dan mengejang setiap kali ia bergerak. Dan Emil sudah mulai terbiasa mengikuti gerakannya. Joon merasakan tangan Emil merangkul erat pada punggung bawahnya mengeluselus ke bawah dan meremasremas pantatnya serta menariknya ke depan agar semakin merapat pada tubuh Emil. Joon terus menggosokgosokkan penisnya pada klitoris Emil.

Joon sekarang ingin membuat Emil orgasme terlebih dahulu. Emil semakin terangsang dan tak terkendali lagi setiap kali bagian tubuhnya bergerak mengikuti tekanan dan sodokan Joon, sekarang wajahnya terbenam di dada bidang Joon,gairahsex.com mulutnya megapmegap seperti ikan terdampar di pasir, dengan perlahanlahan mulutnya bergeser pada dada Bossnya dan sambil terus menjilat akhirnya tiba pada puting susu Joon. Sekarang Emil secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting susu Joon, sehingga badan Joon mulai bergetar juga saking merasa nikmatnya. Penis Joon terasa semakin keras, sehingga Joon semakin ganas saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Emil dalamdalam. Emil merasakan vaginanya berkontraksi, sambil berusaha menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik seluruh dinding liang kemaluannya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.

Perasaan itu makin lama makin kuat menguasainya sehingga seakanakan menutupi kesadarannya dan membawanya melayanglayang dalam kenikmatan yang tidak pernah dialaminya selama ini dan tidak dapat dilukiskan ataupun diuraikan dengan katakata. Kenikmatan yang dialami Emil tercermin pada gerakan tubuhnya yang merontaronta liar tanpa terkendali bagaikan ikan yang menggelepargelepar terdampar di pasir. Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,

Ooohhhh., aagghh, adduhhh..!.

Kedua pahanya melingkari pantat Joon dan dengan kuat menjepit serta menekan ke bawah, disertai tubuhnya yang mengejang dan kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, benarbenar suatu orgasme yang dahsyat telah melanda Emil. Joon merasakan penisnya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan Emil yang berdenyutdenyut disertai isapan kuat seakanakan hendak menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan dinding vagina Emil dan di ujung sana terasa ada tembok yang mengelus kepala penisnya.

Setelah beristirahat sejenak dan melihat Emil sudah agak tenang, Joon mulai memompa lagi. Pompaan Joon kali ini segera dibalas oleh Emil, pinggulnya bergerakgerak aneh tapi efeknya luar biasa. Penis Joon serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. Lalu masih ditambah dengan variasi, ketika pinggul Emil berhenti dari gerakan aneh itu, tibatiba Joon merasakan penisnya terjepit dengan kuat dan dindingdinding kemaluan Emil berdenyutdenyut secara teratur, sekitar 45 kali denyut menjepit, baru kemudian bergoyang aneh lagi.

Wah, suatu sensasi melanda perasaan Joon, suatu hubungan kelamin yang belum pernah dinikmatinya dengan wanita manapun juga selama ini. Menyesal Joon karena tidak dari duludulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam liang kemaluan Emil makin bervariasi. Terkadang Joon malah meminta Emil berhenti bergoyang untuk sekedar menarik nafas panjang. Lumatan dinding kemaluan Emil pada penis Joon membuatnya geligeli dan serasa akan meledak.

Joon tidak ingin cepatcepat sampai, karena masih ingin menikmati elusan vagina Emil. Tetapi gerakangerakan di dalam liang kewanitaan Emil semakin menggila dan semakin liar.

Hingga akhirnya Joon harus menyerah, tak mampu menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, semakin cepat Joon bergerak mengimbangi goyangan pinggul Emil, semakin terasa pula rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks, mendaki puncak, saatsaat yang paling nikmat. Dan akhirnya, pada tusukan yang terdalam, Joon menyemprotkan maninya kuatkuat di dalam liang kewanitaan Emil, sambil mengejang, melayang, bergetar. Pada detikdetik saat Joon melayang tadi, tibatiba kaki Emil yang pada awalnya mengangkang, diangkatnya dan menjepit pinggul Joon kuatkuat. Amat sangat kuat.

Lalu tubuhnya ikut mengejang beberapa detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi dan lagi, Emil pun tidak sanggup menahan dorongan orgasme yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliakbeliak, serta keseluruhan tubuhnya bergetar dengan hebat tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Emil.

Joonnn, aduuuh, Joonn, aahhhhh, aaduuhh, nikmaaatt.., Joonn.!.

Joon tersenyum puas melihat tubuh Emil terguncangguncang karena orgasme selama 15 detik tanpa hentihentinya. Kemudian tangan Emil dengan eratnya menekan pantat Joon ke arah selangkangannya sambil kakinya menggelepargelepar ke kiri kanan. Joon pun terus menggerakkan penisnya untuk menggosok klitoris Emil. Setelah orgasmenya selesai, tubuh Emil langsung terkulai lemas tak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan dan kakinya terbentang melebar ke kiri kanan. Emil merasa bagianbagian tubuhnya seolah terlepas dan badannya tidak dapat digerakkan sama sekali.

Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Emil kembali ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah tindihan badan kekar lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja memberikan kepuasan yang tiada tara padanya. Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya, bagaimana dia bisa begitu gampang ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar dan Emil mulai menangis tersedusedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Emil, Joon mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain karena ia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.

Sambil membujuk dan mengeluselus rambut Emil dengan perlahanlahan penisnya mulai tegang lagi dan dengan halus penisnya yang memang telah berada tepat di depan kemaluan Elis ditekan perlahanlahan agar masuk ke dalam kewanitaan Emil. Pada saat merasakan penis Joon mulai menerobos masuk ke dalam kewanitaannya, Emil bereaksi sedikit dengan mencoba memberontak lemah tapi akhirnya diam pasrah dan membiarkan penis besar tersebut masuk sepenuhnya ke dalam liang kewanitaannya.

Dengan perlahanlahan Joon menggerakkan badannya naikturun, sehingga lamakelamaan tubuh Emil mulai terangsang kembali dan bereaksi, dan pergumulan kedua insan tersebut semakin lama semakin seru mendaki puncak kepuasan dan kenikmatan, terlupa akan segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut sepanjang malam dan baru berhenti menjelang fajar menyingsing keesokan harinya.

Pukul 10 pagi keduanya baru terbangun dan terlihat Evita telah berpakaian rapi, sedang menikmati sarapan paginya sambil mengerling ke arah mereka dengan senyumsenyum rahasia. Pada mulanya Emil merasa sangat malu terhadap Evita, tapi melihat reaksi Evita yang seperti itu, seakanakan mengajak bersekutu,hingga akhirnya Emil menjadi terbiasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here